Jumat, 09 November 2012

Faktor-faktor Penyebab Perubahan Benda


Faktor-faktor Penyebab Perubahan Benda
Kamu tentu pernah melihat air yang dimasak hingga mendidih? Air mendidih karena pengaruh suhu yang meningkat. Pada proses ini terjadi perubahan wujud cair menjadi uap. Selain suhu, perubahan benda juga dipengaruhi oleh kelembaban (kandungan air pada udara), makhluk hidup, dan pembakaran.
1. Jenis-jenis Perubahan Benda
Panas merupakan satu bentuk energi yang dapat melakukan kerja pada suatu benda. Kerja yang dilakukan panas pada benda mempengaruhi keadaan benda.
  • Perubahan fisika. Perubahan fisika adalah perubahan wujud benda yang tidak disertai perubahan sifat. Perubahan benda dapatkembali ke wujud semula atau bersifat sementara. Misalnya, besi dipanaskan akan bertambah panjang. Pertambahan panjang pada besi disebut pemuaian. Memuai adalah perubahan ukuran benda karena terjadi peningkatan suhu.Es mencair termasuk perubahan fisika. Sedangkan perubahan ukuran benda menjadi lebih kecil atau lebih pendek karena didinginkan disebut menyusut. Contoh lain perubahan fisika yaitu es mencair. Es dapat dibentuk kembali dengan cara didinginkan.
  • Perubahan kimia. Perubahan kimia adalah perubahan wujud benda disertai dengan perubahan sifat benda. Perubahan benda tidak dapat kembali ke wujudsemula atau bersifat tetap. Contohnya kayu jika dibakar berubah menjadi arang dan gas. Contoh perubahan kimia lainnya adalah plastik yang dibakar dan penguapan alkohol. Bentuk benda tidak selalu tetap tetapi selalu mengalami perubahan.
2. Pelapukan, Perkaratan, Pembusukan
Kamu tentu pernah menjumpai besi yang berkarat, bukan? Tahukah kamu apa yang menyebabkan besi tersebut berkarat? Kita akan mempelajari lebih jauh tentang pelapukan, perkaratan, dan pembusukan.
  • Pelapukan. Pelapukan adalah peristiwa perubahan bentuk dan sifat benda karena beberapa faktor. Pelapukan merupakan proses yang berhubungan dengan penghancuran bahan. Hal itu dapat disebabkan oleh organisme (makhluk hidup)maupun anorganisme(benda mati). Waktu yang diperlukan untuk proses pelapukan itu sangat lama.
Pelapukan biasanya terjadi pada bahan yang terbuat dari kayu. Pelapukan dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pelapukan mekanik dan pelapukan biologis. Pelapukan biologis disebabkan oleh aktivitas organisme, seperti jamur dan jasad renik lainnya. Contohnya, kayu yang tadinya keras, lama-kelamaan akan hancur dimakan rayap. Untuk menghindarinya, kayu tersebut harus dicat terlebih dahulu.
Pelapukan mekanik terjadi akibat suhu, tekanan, angin, dan air. Pelapukan mekanik dapat berlangsung lama atau sebentar. Contohnya, kamu pasti pernah melihat batuan yang ketika dipegang dan ditekan sedikit akan hancur. Batuan tersebut sudah mengalami proses pelapukan yang sangat lama akibat terkena air, perubahan, suhu, dan tekanan.
  • Perkaratan(korosi). Perkaratan terjadi ketika logam besi berikatan dengan udara dan air. Kondisi lingkungan mengakibatkan benda mengandung kadar garam dan asam yang sangat tinggi. Contoh: besi yang dibiarkan di udara terbuka dalam waktu yang lama. Perkaratan suatu benda sangat mudah terjadi di daerah pantai. Hal ini karena air pantai mengandung kadar garam yang tinggi. Untuk menghindari perkaratan benda-benda yang terbuat dari besi dapat dicat atau dilapisi nikel.
  • Pembusukan. Pembusukan benda terjadi karena adanya pengaruh bakteri pembusuk.Pembusukan lebih sering terjadi pada benda atau makanan yang basah dan lembab. Hal ini karena kadar air yang tinggi dalam makanan mempercepat proses pembusukan. Supaya makanan tidak cepat busuk dapat diberi bahan pengawet alami seperti kunyit, garam (diasinkan), atau dimasukan ke dalam kukas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar