Bunyi di Sekitar Kita



Bunyi sangat bermanfaat dalam kehidupan. Kita dapat berkomunikasi dengan orang lain karena adanya suara. Suara yang kita keluarkan termasuk bunyi. Selain suara manusia, hewan maupun benda-benda di sekitar kita juga dapat mengeluarkan bunyi. Misalnya pintu yang diketuk, botol yang disentil, dan ember yang ditepuk, bahkan daun yang bergesekan dapat menimbulkan bunyi.

Suara manusia, hewan, maupun bunyi yang berasal dari benda sekitar menggetarkan udara. Getaran yang dihasilkan tergantung pada sumber bunyi. Misalnya ketika kita berteriak, getaran udara yang dihasilkan berbeda dengan getaran udara ketika kita berbisik. Oleh karena itu, telinga kita menerima getaran tersebut sebagai bunyi yang berbeda pula.

1. Perbedaan Bunyi yang Dihasilkan

Kita sering mendengar bunyi yang berbedabeda. Ada bunyi yang terdengar keras. Ada pula bunyi yang terdengar lemah. Selain itu, bunyi juga dapat dibedakan berdasarkan tinggi rendahnya. Apakah yang dimaksud tinggi rendahnya bunyi dan kuat lemahnya bunyi? Bunyi tinggi yaitu bunyi yang dihasilkan oleh getaran udara yang menghasilkan gelombang rapat. Sebaliknya, bunyi rendah yaitu bunyi yang dihasilkan oleh getaran udara yang menghasilkan gelombang renggang. Bunyi keras terjadi jika getaran udara menghasilkan gelombang tinggi. Sementara itu, bunyi lemah terjadi jika getaran udara menghasilkan gelombang yang rendah.

Bunyi rekorder terjadi jika udara di dalam tabung rekorder bergetar. Lubang-lubang pada rekorder memungkinkan terjadinya perubahan nada. Semakin banyak lubang yang ditutup, jarak yang ditempuh oleh getaran udara juga semakin jauh. Akibatnya, bunyi yang keluar rendah (nada rendah). Semakin sedikit lubang rekorder yang ditutup, jarak yang ditempuh oleh getaran udara juga semakin pendek. Akibatnya, bunyi yang keluar semakin tinggi (nada tinggi).

2. Beda Nada dan Desah

Nyanyian dan alunan musik merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan nada tertentu. Nada adalah bunyi yang beraturan. Bunyi tersebut memiliki keteraturan tertentu. Bunyi yang tidak teratur disebut desah. Kamu dapat membedakan antara nada dan desah melalui kegiatan berikut.

Bunyi yang keluar dari rekorder terdengar memiliki keteraturan dari rendah ke tinggi. Bunyi yang terdengar teratur ini disebut nada. Bunyi yang memiliki keteraturan biasanya dihasilkan oleh alat musik. Bunyi yang keluar dari botol plastik berisi pasir berbeda dengan bunyi yang keluar dari rekorder. Bunyi dari botol plastik berisi pasir terdengar tidak beraturan. Bunyi yang tidak beraturan disebut desah.

3. Warna Bunyi

Kita tentu pernah dipanggil oleh orang yang berbeda. Kita dapat membedakan orang yang memanggil kita karena tiap-tiap orang memiliki warna suara (bunyi) yang berbeda-beda. Setiap penyanyi pun mempunyai warna suara tertentu. Dengan demikian, kamu dapat membedakan suara penyanyi satu dengan penyanyi lainnya. Selain manusia, alat musik juga memiliki warna bunyi yang berbeda.


Alat-alat musik yang berbeda dapat menghasilkan bunyi yang berbeda, meskipun nada yang dimainkan sama. Hal ini disebabkan adanya warna bunyi. Dengan demikian, warna bunyi menentukan bunyi yang dihasilkan oleh setiap sumber bunyi. Jika warna bunyinya berbeda akan dihasilkan bunyi berbeda pula meskipun nadanya sama.

Perbedaan warna bunyi disebabkan beberapa hal berikut.
Perbedaan sumber bunyi, misalnya suaramu dengan suara bapak atau ibu guru.
Perbedaan bahan, misalnya berbahan kayu atau logam.
Perbedaan bentuk, misalnya berbentuk bulat atau panjang.
Perbedaan ketebalan bahan, misalnya kawat senar tebal dan kawat senar tipis.
Pemantulan dan Penyerapan Bunyi

Bola yang dibenturkan ke tembok akan kembali ke arah pelempar atau ke arah lain. Peristiwa ini disebut memantul. Seperti halnya bola, bunyi juga dapat memantul. Bunyi dapat memantul karena bunyi tersebut menumbuk suatu benda keras. Tumbukan bunyi dengan benda keras menyebabkan pemantulan bunyi. Pemantulan bunyi ada dua yaitu bunyi pantul yang menguatkan bunyi dan gema. Apabila bunyi dan benda pemantul (misalnya tembok) jaraknya sangat dekat, bunyi tersebut akan dikuatkan. Artinya, bunyi asal akan terdengar lebih keras. Berbeda halnya jika jarak sumber bunyi dan benda pemantul jauh. Bunyi yang memantul terdengar terpisah dengan bunyi asli. Bunyi pantul ini disebut gema.

5. Resonansi Bunyi

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain. Bergetarnya gendang telinga karena getaran bunyi yang masuk telinga merupakan salah satu contoh peristiwa resonansi. Contoh lain bunyi pada kentongan. Di dalam kentongan terdapat udara yang terperangkap. Ketika kentongan dipukul dan bergetar, udara di dalamnya juga ikut bergetar. Ikut bergetarnya udara dalam kentongan juga merupakan salah satu peristiwa resonansi. Ujung botol yang ditiup menghasilkan bunyi yang keras dari dalam botol. Hal ini berarti ketika kita meniup udara di ujung botol, udara di dalam botol ikut bergetar. Ikut bergetarnya udara di dalam botol merupakan salah satu peristiwa resonansi.

6. Sumber Bunyi

Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Benda-benda yang menghasilakan bunyi disebut sumber bunyi. Kita dapat menghasilkan suara karena mempunyai pita suara. Pada saat berbicara pita suara dalam tenggorokan bergetar. Selain pta suara, alat-alat musik juga merupakan sumber bunyi. Ada bermacam-macam cara untuk memainkan alat musik. Gitar menghasilkan bunyi jika dipetik. Senar gitar yang dipetik akan bergetar sehingga menghasilkan bunyi. Senar merupakan sumber bunyi pada gitar, biola, rebab, dan mandolin. Kendhang menghasilkan bunyi jika dipukul. Sumber bunyi pada kendhang adalah membran yang terbuat dari kulit hewan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar